INDOPOS–JAKARTA – Tokoh masyarakat Tanah Abang, Bang Okis, memberikan pernyataan tegas terkait dinamika dan fenomena dualisme kepengurusan yang terjadi di tubuh Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi). Menurutnya, kemunculan dualisme dalam sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) lokal merupakan hal yang wajar akibat adanya kesalahpahaman di internal organisasi sebelumnya.
Saat ini, Bang Okis menegaskan posisinya berada di bawah naungan Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBH) Forkabi pimpinan H. Azran, yang juga merupakan Senator DPD RI Dapil DKI Jakarta. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Tahyudin Aditya
“Adanya dualisme ini tentu hal yang wajar karena bermula dari kesalahpahaman internal. Namun, saya tegaskan dan berikan peringatan keras: jangan ada lagi serangan secara pribadi, baik verbal maupun bentuk lainnya, kepada Ketua Umum maupun Sekjen kami, Bang Aditya Tahyudin,” ujar Bang Okis.
Ia menekankan bahwa serangan pribadi terhadap pengurus inti organisasi sama saja dengan mengusik dirinya secara langsung. Bang Okis meminta semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan organisasi secara profesional melalui mekanisme organisasi yang berlaku, bukan dengan saling menyerang secara personal.
“Negara ini adalah negara hukum. Jika ada urusan organisasi, selesaikan secara organisasi. Mari kita saling menjaga. Apabila imbauan ini tidak diindahkan, maka berhadapan dengan saya di luar hukum,” tegasnya. (***)
