INDOPOS-Kondisi fisik yang tidak sempurna membuat disabilitas butuh perhatian atau uluran tangan pihak lain. Bahkan ada di antara disabilitas yang tidak bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain.
Hal itulah yang membuat pengusaha klinik kecantikan DNY Skincare, Denny Rachmawati, mendedikasikan diri untuk kalangan disabilitas, terutama yang masih berusia anak-anak. Apalagi, Denny sendiri memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK).
Selama 20 tahun membangun DNY Skincare, Denny berkomitmen menghadirkan ruang berkarya yang inklusif bagi disabilitas. Saat ini, ia juga memperluas peluang kerja bagi disabilitas melalui peluncuran Kemitraan DNY Skincare di Fave Hotel Sidoarjo, di bawah naungan PT Deenye Investama Group.
“Selama perjalanannya, DNY Skincare telah membuka kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk terlibat dan berkembang melalui berbagai bidang pekerjaan sesuai potensi masing-masing,” terang Denny Rachmawaty, Founder DNY Skincare, saat ditemui di Fave Hotel Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (7/10/2026).
Denny menjelaskan, kemitraan bisnisnya dengan disabilitas dilakukan di bidang pekerjaan seperti live streamer, content creator, advertiser, tim packing, hingga pembuatan packaging.
Seluruh keuntungan dari program kemitraan akan dialokasikan untuk memperluas dan menjaga keberlanjutan ruang berkarya bagi teman-teman disabilitas.
“Sejak awal, DNY Skincare dibangun bersama teman-teman disabilitas. Kemitraan ini bukan arah baru, tetapi cara kami memperluas apa yang sudah kami jalani selama 20 tahun,” tambah Denny
Denny mengalokasikan 10 persen dari pendapatan kliniknya untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus. Tak hanya di Surabaya dan Sidoarjo, anak-anak berkebutuhan khusus di beberapa kota di Jawa Timur juga tak luput dari kepedulian Denny.
Alokasi 10 persen pendapatan klinik DNY Skincare digunakan Denny untuk kegiatan bakti sosial bagi anak-anak berkebutuhan. Secara berkala Denny menggelar pengobatan gratis, pemberian sembako dan Jumat Berkah bagi ABK.
“Kemitraan DNY Skincare menjadi langkah untuk membawa semangat yang telah tumbuh sejak awal ke dalam ekosistem bisnis yang lebih luas—agar semakin banyak orang dapat tumbuh melalui karya dan memiliki kemandirian. Berbisnis dengan Berkah, Bertumbuh dengan Bermartabat,” lanjut ibu seorang anak itu.
Kepedulian Denny terhadap disabilitas berawal dari pengalaman pribadi memiliki ABK. Denny memiliki putra semata wayang yang berkebutuhan khusus autis. Denny memahami betul banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk terapi ABK.
Demi memberikan terapi terbaik bagi sang putra, Denny bersama sang suami bahu membahu merintis usaha di bidang kecantikan. Berawal dari berjualan produk kosmetik secara door to door, Denny kini memiliki klinik kecantikan yang dapat dijumpai di dua kota, Surabaya dan Sidoarjo.
“Terapi untuk ABK itu mahal, saya paham betul karena pernah saya alami ketika berjuang untuk Akbar (sang putra). Jadi ketika saya diberikan kesuksesan maka saya tidak akan lupa pada motivasi awal saya berbisnis, membantu anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
