INDOPOS — Ketua DPP Bidang Komunikasi Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Purwoko, melontarkan kritik keras terhadap Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang baru, Syahganda Nainggolan.
Purwoko menilai Syahganda seharusnya tidak buru-buru masuk ke wilayah manuver politik yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik. Menurutnya, sebagai pejabat yang baru dipercaya mengemban tugas, Syahganda semestinya terlebih dahulu memahami dan menjalankan fungsi pokok serta tanggung jawab institusinya.
“Syahganda sebagai Kepala Bakom yang baru sebaiknya fokus dengan tupoksinya. Tidak perlu bermanuver politik dan membuat kegaduhan yang tidak penting. Fokus saja menjalankan tugas yang diberikan,” tegas Purwoko.
Ia mengingatkan, posisi strategis di pemerintahan bukan ruang untuk mempertontonkan manuver politik pribadi. Setiap pernyataan pejabat publik, kata dia, memiliki konsekuensi terhadap persepsi masyarakat dan stabilitas komunikasi pemerintahan.
Purwoko menilai, apabila pejabat justru lebih sibuk mengeluarkan pernyataan atau gagasan politik yang kontroversial ketimbang mengoptimalkan tugas kelembagaannya, hal tersebut dapat mengaburkan fungsi utama institusi yang dipimpinnya.
“Jangan sampai jabatan yang seharusnya digunakan untuk memperkuat komunikasi pemerintah justru berubah menjadi panggung untuk membangun opini atau kepentingan politik tertentu. Pemerintah membutuhkan kerja nyata, bukan kegaduhan baru,” ujarnya.
Menurut Purwoko, Presiden Prabowo Subianto membutuhkan jajaran yang mampu bekerja secara profesional, solid, dan fokus terhadap agenda pemerintahan. Karena itu, setiap pejabat harus memahami batas antara menjalankan tugas pemerintahan dan melakukan manuver politik.
Ia pun meminta Syahganda menunjukkan kinerja terlebih dahulu sebelum melontarkan berbagai pernyataan yang dapat memicu polemik.
“Baru mendapatkan amanah, yang harus ditunjukkan adalah kinerja, bukan kontroversi. Kalau ada persoalan bangsa, sampaikan melalui mekanisme yang tepat, bukan dengan pernyataan yang justru menambah kegaduhan.”
Purwoko menegaskan kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk menyerang pribadi Syahganda, melainkan sebagai pengingat agar pejabat publik tetap berada pada koridor tugas dan kewenangannya.
“Kalau memang ingin membantu pemerintahan Presiden Prabowo, ya bantu dengan kerja yang konkret, Jangan setiap persoalan dibawa ke ranah manuver politik, Apalagi dengan Sengaja bicara di media sebagai Kepala Bakom bergaya seolah olah dia lah orang nomor 1 di Republik ini yang bisa mengatur Komposisi Kabinet Sesuka hati nya, bahkan mengusulkan agar Wakil Presiden diganti, padahal status dia hanya seorang Pembantu bukan Pemegang Mandat Rakyat seperti Prabowo Gibran yang kemarin Menang Pilpres.
Saya ingatkan Syahganda untuk Stop Membuat Kegaduhan dan berkaca diri, Rakyat sudah terlalu lelah untuk hal itu,” pungkasnya.
