INDOPOS-Jakarta – Universitas Borobudur turut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Tahun 2026 sebagai forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan tinggi swasta dari seluruh Indonesia untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing, serta merumuskan arah pengembangan perguruan tinggi di tengah berbagai tantangan global.

Universitas Borobudur diwakili langsung oleh Rektor, Prof. Ir. Bambang Bernanthos, M.Sc., yang mengikuti rangkaian sidang dan diskusi strategis bersama para pimpinan perguruan tinggi, badan penyelenggara, serta jajaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Munas VI ABP-PTSI mengangkat berbagai isu penting yang menjadi perhatian dunia pendidikan tinggi, mulai dari penguatan tata kelola perguruan tinggi swasta, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga kesiapan perguruan tinggi menghadapi perubahan struktur demografi Indonesia menuju era penduduk menua (aging population).

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu melakukan transformasi secara cepat agar tetap relevan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Perguruan tinggi juga didorong untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dan masyarakat.

Rektor Universitas Borobudur, Prof. Ir. Bambang Bernanthos, M.Sc., menyampaikan bahwa Munas VI ABP-PTSI menjadi momentum penting bagi seluruh perguruan tinggi swasta untuk memperkuat sinergi sekaligus mempercepat transformasi kelembagaan.

“Universitas Borobudur memandang bahwa transformasi pendidikan tinggi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Perubahan teknologi, hadirnya kecerdasan buatan, serta dinamika kebutuhan masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan kualitas akademik, integritas, dan nilai-nilai kebangsaan. Forum Munas ABP-PTSI menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam membangun pendidikan tinggi Indonesia yang semakin unggul dan berdaya saing global.”

Lebih lanjut, Prof. Bambang menegaskan bahwa Universitas Borobudur terus mengembangkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi layanan akademik, penguatan riset terapan, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence secara bertanggung jawab.

Menurutnya, tantangan demografi Indonesia beberapa dekade ke depan juga memerlukan kontribusi nyata dari perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan solusi bagi masyarakat melalui inovasi, kewirausahaan, serta kolaborasi multidisiplin.

Keikutsertaan Universitas Borobudur dalam Munas VI ABP-PTSI sekaligus mempertegas komitmen institusi untuk terus mengambil bagian aktif dalam berbagai forum nasional sebagai sarana bertukar gagasan, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat peran perguruan tinggi swasta dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Melalui semangat kolaborasi dan transformasi yang diusung dalam Munas VI ABP-PTSI, Universitas Borobudur optimistis dapat terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di era transformasi digital. (***)