INDOPOS-Memasuki tahun akademik 2026/ 2027 yang akan dimulai perkuliahannya pada tanggal 12 September 2026, Program Magister dan Doktor Ilmu Hukum mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru.
Magister Ilmu Hukum dan Doktor Ilmu Hukum setiap semester nya selalu menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk mengenyam pendidikan lanjut terakreditasi unggul dengan nilai 367 untuk Magister Ilmu Hukum dan 375 Doktor Ilmu Hukum menjadi bukti nyata atas keunggulan nya, ini menandakan kualitas yang sangat terjaga dan bisa dipertanggung jawabkan, ujar Dr Ahmad Redi Kaprodi MIH, sehingga kita diterima dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah pada setiap semester nya kita selalu kebanjiran mahasiswa.
Apalagi setiap mahasiswa Magister Ilmu Hukum akan mendapatkan Kompetensi yang yang di keluarkan oleh BNSP untuk Mediator Kesehatan, Mining Law dan Ahli Kontrak inilah bagian keunggulan yang melekat di prodi Magister Ilmu Hukum Ujar Ahmad Redi.
Masyarakat harus hati-hati dan jeli dalam memilih program studi ilmu hukum yang ditawarkan oleh Universitas dan Sekolah Tinggi Hukum. Akreditasi yang diberikan oleh BAN-PT adalah satu rujukan dan syarat mutlak yang harus diperhatikan dalam memilih perguruan tinggi yang berkualitas, pengecekan harus dilakukan apakah prodi atau institusinya terakreditasi Baik, Baik Sekali atau Unggul.
Untuk dapat diterima di lapangan pekerjaan, penyesuaian bahkan untuk promosi jabatan sebaik nya memilih Prodi atau Institusi Universitas nya yang juga ter akreditasi Unggul.
Banyak Universitas dan Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta khususnya PTS menawarkan perkuliahan tapi yang terakreditasi Unggul untuk seluruh jenjang strata nya berdasarkan penelusuran di Web BAN-PT. Universitas Borobudur Ter akreditasi Unggul untuk S1,S2 dan S3 Ilmu Hukum bahkan Universitas nya Juga ter akreditasi Unggul dan menjadikan kita PTS pertama yang semua strata nya terakreditasi unggul kata Prof Dr Faisal Santiago Ketua Prodi Doktor Ilmu Hukum sekaligus Direktur Pascasarjana dalam keterangannya.
Dengan semua strata memiliki standar dan kualitas yang berkompeten, menjadikan program pascasarjana menjadi tempat rujukan dan yang paling di cari bagi masyarakat Indonesia untuk kuliah di Universitas Borobudur kampus terakreditasi Unggul.
Bagi calon mahasiswa dan masyarakat Jakarta bahkan seluruh Indonesia yang tertarik kuliah S1,S2 dan S3 serta ingin menjadi ahli hukum tentu bisa bergabung di Universitas Borobudur yang dalam penyelenggaraan proses pendidikannya selalu mengedepankan kualitas.
Sebagai bentuk kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Universitas Borobudur adanya mahasiswa program beasiswa LPDP dan beasiswa bagi dosen dari Kemendikbudristek.
Bahkan hanya Program Pascasarjana Universitas Borobudur yang secara rutin melakukan lecturing ke kampus-kampus terkemuka di Luar Negeri yang masuk kategori World Class University seperti Leiden, Utrecht University di Belanda, Oxford University (UK), Gakushin, Kanzai Gaidai University di Jepang, Hankuk dan Youngsan University di Korea Selatan dan Thammasat University di Thailand, dimana pada tanggal 2 Nopember 2026 nanti akan ada lecturing ke Utrecht, Leiden University di Belanda dan Badan Peradilan di Milan Italia serta ke euronext bursa efek di Prancis.
International Conference juga menjadi agenda rutin setiap semesternya untuk menampung karya ilmiah mahasiswa untuk dapat dipublish di jurnal internasional bereputasi, pada tanggal 1 Agustus 2026 akan ada INTERNATIONAL CONFERENCE ON ECONOMIC DEVELOPMENT AND BUSINESS LAW, serta pada Bulan Oktober 2026 nanti akan dilaksanakan Internasional Conference juga di Universitas Borobudur.
Di samping itu Universitas Borobudur juga menjadi anggota dari Internasional Association Law Schools (IALS) sejak tahun 2015 menancapkan menjadi kampus yang berstandar internasional dalam pelaksanaan proses belajar mengajarnya dan Tridarma Perguruan Tinggi.
Di samping itu Universitas Borobudur yang beralamat di Jalan Laksamana Malahayati (Kalimalang) No.1 Jakarta Timur juga ter sertifikat ISO 9001 : 2015 dan ISO 21001:2018 bukti nyata bahwa tata kelola sudah berjalan dengan baik pungkas Prof Faisal Santiago. (***)
