INDOPOS-Jakarta – Ketua Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Jimmy S, angkat bicara terkait pencabutan kartu liputan wartawan CNN Indonesia oleh Biro Pers Istana. Kejadian ini menuai sorotan setelah wartawan CNN tersebut sempat melontarkan pertanyaan mengenai kasus keracunan program makan bergizi gratis.

Wartawan itu corongnya masalah, biar presiden tau apa yg terjadi di bawah. Jangan malah dibungkam.

Jimmy mengecam keras langkah Biro Pers Istana yang dinilainya sebagai tindakan keliru, memalukan, dan berpotensi mencederai kemerdekaan pers. “Ini tindakan yang tidak bisa ditolerir. Pencabutan kartu liputan itu sama saja dengan membungkam kerja jurnalistik. Padahal, kebebasan pers adalah pilar demokrasi,” tegasnya dalam keterangan, Minggu (28/9/2025).

Menurut Jimmy, keputusan sepihak tersebut tidak hanya merugikan wartawan bersangkutan, tetapi juga menimbulkan preseden buruk bagi dunia pers di Indonesia. “Kita ini bangsa demokratis. Wartawan harus diberi ruang bertanya, termasuk soal isu-isu kritis. Jangan sampai ada kesan pertanyaan yang dianggap tidak menyenangkan langsung dibungkam,” ujarnya.

MPG yang merupakan barisan pendukung pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 lalu, menilai langkah Biro Pers Istana justru merugikan dan mencoreng nama baik Presiden.

“Selama ini Pak Prabowo dikenal sebagai sosok yang terbuka, ramah, dan tidak alergi kritik. Beliau selalu memberi ruang untuk media. Maka tindakan Biro Pers ini justru bertolak belakang dengan sikap Presiden, dan malah bisa menimbulkan opini negatif seolah-olah Pak Prabowo ingin membungkam pers,” kata Jimmy.

Lebih jauh, Jimmy menduga ada pihak tertentu di lingkaran kekuasaan yang sengaja menciptakan polemik ini untuk merusak citra kepala negara. “Kami mencium adanya musuh dalam selimut di istana. Ada yang dengan sengaja ingin merusak nama baik presiden dengan cara membuat kebijakan yang tidak populis, seperti membungkam pers,” ungkapnya.