INDOPOS-Berita pada hari kamis 7 Agustus 2025 GB diatas dipimpin Rektor Univ Borobudur menguji Tertutup mahasiswa dan mahasiswi Papua dari UCI Manokwari. Ada yang menarik dari beberapa penelitian mahasiswa dan mahasiswi, antara lain Daud Daniel meneliti merekonstruksi Peradilan untuk membetuk peradilan khusus penyelesaian sengketa kepala daerah di Papua , letak geografis dan minimnya infrastruktur di Papua dan alat komunikasi internet menjadi kendala biaya tinggi dan tidak ekonomis, rentan dalam penegakan hukum. Padahal, proses persidangan sangat sederhana demikian diungkapkan Prof Zaenal dr Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Penelitian yang menarik lainya adalah dari mahasiswi Yustisi Foxdey, yang meneliti tentang konstruksi Hukum Terhadap Kelompok Kriminal Bersejata atau KKB di Papua sebagai pemberontak yang tidak sah, dengan pelanggaran HAM. Ketidak tegasan pemerintah dalam mendefinisikan KKB sangat menyulitkan dan berdampak pada penegak hukum khusus polisi dan militer yg di tugaskan di Papua . Tarik ulur definisi KKB sangat menyulitkan penegakan hukum di Papua.