INDOPOS-Melaka, Malaysia, 3 Oktober 2026 — Universitas Borobudur turut berpartisipasi dalam International Conference on Social, Technology, Education, Leadership and Management (ICOSTELM) 2026 yang mengusung tema “Empowering Nusantara through Education, Culture and Sustainable Development”, di Melaka, Malaysia, Sabtu (3/10/2026).
Delegasi Universitas Borobudur yang mengikuti rangkaian kegiatan terdiri atas Prof. Dr. Cicih Ratnasih, MM, Dekan Fakultas Ekonomi; Elsya Meida Arif, S.E., Ak., M.Ak.; Yufrizal, S.E., Ak., M.Ak.; Tri Nathalia Palupi, S.Psi., M.Psi., Wakil Dekan Fakultas Psikologi; Hayati Zahri, S.Psi., M.Psi.; Dr. Tri Panca Titis Arbiansyah, M.Si.; serta Fahrul Razi, A.Md., staf Kantor Urusan Internasional Universitas Borobudur.
Kegiatan dibuka oleh Tuan Yang Terutama (TYT) Yang di-Pertua Negeri Melaka, Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Prof. Datuk Ir. Dr. Mazrin Rohizaq Che Rose, Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik, tetapi juga perlu membekali generasi muda dengan kompetensi profesional, pengetahuan, inovasi, dan kemampuan membangun jejaring serta peluang baru. Kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi dipandang penting sebagai jembatan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keynote speaker Tan Sri Prof. Datuk Wira Dr. Abdullatif Abu Bakar, tokoh akademik dan Board of Directors DMDI Malaysia sekaligus pelopor Perkampungan Hang Tuah di Melaka, turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pendidikan, budaya, dan kolaborasi dalam pengembangan masyarakat.
Sesi akademik ICOSTELM menghadirkan sejumlah pemateri dari Indonesia dan Malaysia. Assoc. Prof. Zulfahmi bin Rasyid dari Universiti Geomatika Malaysia membahas perkembangan kurikulum pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. Selanjutnya, Assoc. Prof. Dr. Ismahasah binti Ismail membahas kurikulum pendidikan tinggi di Malaysia serta tantangan perubahan kurikulum dalam menghadapi kebutuhan masyarakat dan masa depan.
Dari Indonesia, Dr. Tasdiyanto Rohadi, S.P., M.Si. dari Universitas Lampung menyampaikan materi mengenai keterkaitan populasi, produksi industri, sumber daya alam, polusi, serta kapasitas keberlanjutan karbon sebagai bagian dari pembahasan pembangunan berkelanjutan.
Selain forum akademik, ICOSTELM 2026 juga diisi dengan lomba seni persahabatan Indonesia–Malaysia yang melibatkan 10 kelompok peserta, terdiri dari perwakilan Indonesia dan Malaysia. Berbagai penampilan seperti tari, menyanyi, dan pidato menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan peserta kedua negara melalui ekspresi seni dan budaya.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Cicih Ratnasih, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur, turut berperan sebagai salah satu juri dalam lomba seni Indonesia–Malaysia. Keterlibatan ini menjadi bagian dari kontribusi Universitas Borobudur dalam memperkuat hubungan akademik sekaligus pertukaran budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Partisipasi Universitas Borobudur dalam ICOSTELM 2026 menjadi bagian dari rangkaian TRIDARMA International Visit and Academic Program 2026, sekaligus memperluas ruang kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, budaya, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
