INDOPOS-Selangor, Malaysia, 30 September 2026 —Universitas Borobudur melalui Fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional berkolaborasi dengan Perhimpunan Warisan, Pendidikan & Erat Dagang Malaysia–Indonesia 2026, bertempat di INTEM (Inkubator Teknologi Makanan MARA), Selangor, Malaysia, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian TRIDARMA International Visit and Academic Program 2026 Batch 7, sekaligus menjadi implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat dalam konteks internasional. Program tersebut mencakup International Community Service sebagai salah satu agenda utama.
Delegasi Universitas Borobudur terdiri atas Prof. Dr. Cicih Ratnasih, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi; Elsya Meida Arif, S.E., Ak., M.Ak., selalu Ketua Program Studi Akuntansi; Yufrizal, S.E., Ak., M.Ak.; Tri Nathalia Palupi, S.Psi., M.Psi., selaku Wakil Dekan Fakultas Psikologi; Hayati Zahri, S.Psi., M.Psi.; Dr. Tri Panca Titis Arbiansyah, M.Si. selaku dosen Fakultas Psikologi, serta Fahrul Razi selaku staf Kantor Urusan Internasional dan kerja sama.
Kegiatan diisi dengan paparan dan diskusi dari pihak Indonesia dan Malaysia yang mengangkat tema pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya Nusantara dan pengelolaan sumber daya manusia.
Dari Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur, disampaikan materi berjudul “Transformasi Warisan Budaya Nusantara Menjadi Produk Ekonomi Kreatif: Strategi Inovasi, Branding, dan Pemasaran Digital.” Paparan ini mengangkat pentingnya mengembangkan kekayaan budaya Nusantara menjadi produk yang memiliki nilai tambah melalui inovasi, penguatan identitas merek (branding), serta pemanfaatan strategi pemasaran digital.
Sementara itu, tim Fakultas Psikologi Universitas Borobudur memberikan paparan mengenai manajemen talenta SDM berbasis syariah. Materi tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan dan pengembangan talenta yang memperhatikan kompetensi, produktivitas, serta nilai-nilai etika dan prinsip syariah dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Dari pihak Malaysia, Datin Dr. Zuraida, perwakilan Perhimpunan Warisan Dagang, menyampaikan pentingnya mengangkat kekayaan kuliner dan produk budaya Nusantara sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, kekayaan bahan baku dan hasil bumi Indonesia memiliki potensi untuk dikembangkan melalui inovasi, riset, serta pemasaran digital, dengan peluang kolaborasi bersama Malaysia dalam bidang research and development (R&D).
Pertukaran pengetahuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi Indonesia–Malaysia dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, dan sumber daya manusia. Hal tersebut sejalan dengan tujuan program Tridharma International Visit untuk memperluas networking, membangun kolaborasi internasional, dan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi.
Melalui PKM Internasional ini, Universitas Borobudur terus memperluas kontribusi sivitas akademika di tingkat global sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia. (***)
