INDOPOS-Jakarta Timur — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa kritik setelah sebuah video viral menunjukkan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Badan Gizi Nasional yang berada tepat di samping tumpukan sampah besar di kawasan Cakung Timur.
Dalam video tersebut tampak warga melintas di depan area dipenuhi sampah, sementara papan bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terlihat jelas berada beberapa meter dari lokasi pembuangan. Kondisi itu memicu kekhawatiran publik atas keamanan dan kelayakan makanan yang diproduksi untuk anak sekolah dan masyarakat.
Netizen Ramai-Ramai Protes: “Kok Bisa Dikasih Izin?”
Kolom komentar unggahan itu dipenuhi kritik pedas dari netizen yang mempertanyakan standar kebersihan dan manajemen program MBG.
Beberapa di antara mereka menuliskan:
“Yakin masih bisa disebut BERGIZI?? PAK @prabowo liat nih pak 😢” – anissa_solihat
“Sangat higienis 🙄” – info.cakung
“Stresss” – nisa_ndeeee22
“KOK BISA DIKASIH IZIN?” – finne_henrietta
“Sangat bergizi sekali 😌” – siapa_sangka_diriku
“Nanti makanannya banyak laler ijonya itu 😂” – fudhingress
“Kaya GK ada berita baik tentang mbg ini tiap hari 😂😂” – rival.di2235
Komentar bernada satir hingga kecemasan banyak bermunculan, memperlihatkan betapa publik menilai kondisi dapur umum tersebut tidak memenuhi standar higienitas untuk produksi makanan massal.
Warga Sekitar: Sudah Lama Ada Masalah Sampah
Warga sekitar yang diwawancarai dalam video juga mengaku tidak heran melihat dapur MBG berada di area tersebut.
“Yes gue saksi juga lewat sini minggu lalu cuman nggak sempet video. Kasian banget siswa yang dapet MBG dari dapur ini amit amit,” ujar seorang warga bernama Ario Hafiz.
Beberapa warga menilai lokasi dapur berada di area yang sejak lama menjadi tempat pembuangan sampah liar, sehingga tidak layak menjadi pusat produksi makanan.
Pertanyaan Besar: Di Mana Pengawasan?
Muncul sejumlah pertanyaan publik terkait kasus ini:
Mengapa dapur umum program nasional ditempatkan di lokasi tidak higienis?
Apakah ada survei kelayakan dan kajian risiko sebelum menentukan lokasi?
Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan standar kesehatan dapur?
Apakah makanan yang diproduksi aman dari kontaminasi?
Keberadaan tumpukan sampah dekat dapur umum dapat mengundang bau tidak sedap, serangga seperti lalat, serta kontaminasi udara yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan.
Desakan untuk Evaluasi Total
Banyak pihak mendesak pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional untuk:
segera memberikan klarifikasi,
melakukan inspeksi mendadak,
merelokasi dapur ke tempat yang memenuhi standar kesehatan,
serta memperketat SOP produksi makanan MBG.
Program MBG seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah. Namun jika pengelolaannya tak higienis, program justru dapat membahayakan kesehatan mereka yang menerima manfaat. (***)
