INDOPOS–Jawa Barat – Aksi dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong kembali memicu kemarahan publik. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pengguna jalan diminta membayar ketika melintas di jembatan legendaris yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya tersebut.
Dalam unggahan itu terlihat seorang pengendara motor berjalan pelan di atas jembatan, sementara narasi menyebut adanya oknum yang menarik biaya tanpa dasar yang jelas. Video tersebut pun langsung memancing gelombang kritik dari warganet.
Warganet Ramai-Ramai Protes
Beragam komentar muncul di media sosial, mayoritas mengungkapkan kekesalan atas praktik pungli yang dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan mengapa fasilitas umum yang dikelola negara bisa diperlakukan seolah-olah milik pribadi oleh oknum tertentu.
“Lewat jembatan kok bayar? Ini fasilitas umum, bukan tempat wisata,” tulis salah satu warganet.
“Pemda harus turun tangan, jangan biarkan pungli berkedok keamanan atau perawatan,” komentar lainnya.
Desakan kepada Pemprov & Pemda
Warganet juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah daerah setempat untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka meminta agar oknum yang melakukan pungli diberi sanksi tegas, serta memastikan keamanan dan ketertiban di Jembatan Cirahong kembali terjaga.
Praktik pungli di jembatan tersebut bukan kali pertama menjadi sorotan. Warga setempat bahkan mengaku sudah sering melihat aksi serupa, terutama saat jembatan ramai dilintasi pengguna motor.
Perlu Penataan & Pengawasan
Publik menilai pemerintah harus memberikan solusi konkret, termasuk memperkuat pengawasan, memasang rambu resmi, atau menempatkan petugas yang sah agar tidak dimanfaatkan oknum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Jawa Barat maupun pemda terkait video yang viral tersebut.
