INDOPOS-Pesisir Selatan – Akses pendidikan kembali terhambat akibat minimnya infrastruktur. Siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi bisa pergi ke sekolah. Mereka harus menyeberangi aliran sungai Batang Lumpo yang deras tanpa jembatan memadai, Rabu (1/4/2026).
Dalam video yang beredar, tampak para siswa menggunakan sebuah keranjang besi sederhana yang digantung pada tali melintasi sungai. Arus sungai terlihat begitu kuat, sementara peralatan penyeberangan tersebut jauh dari standar keamanan. Meski demikian, tidak ada pilihan lain bagi para siswa selain tetap melintasi sungai jika ingin sampai ke sekolah.
Warga menilai kondisi ini terjadi karena lambannya pemerintah daerah dalam membangun jembatan penghubung yang layak. Hingga kini, akses vital tersebut tak kunjung diperbaiki meski sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.
“Ini sudah lama, tapi tetap tidak ada tindakan nyata. Anak-anak mempertaruhkan nyawa setiap hari hanya untuk sekolah,” ujar salah satu warga.
Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan segera mengambil langkah konkret untuk membangun jembatan permanen, agar aktivitas warga, terutama pelajar, tidak lagi bergantung pada alat penyeberangan darurat yang membahayakan keselamatan.
Kondisi ini kembali menegaskan masih banyaknya wilayah di Sumatera Barat yang membutuhkan perhatian serius terkait pembangunan akses dasar, terutama untuk mendukung pendidikan anak-anak.
Jika ingin, saya bisa buatkan judul alternatif, versi yang lebih tegas, atau versi untuk caption Instagram.