INDOPOS-Jakarta, 12 September 2026 — Program Pascasarjana Universitas Borobudur menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Gejolak Geopolitik Timur Tengah: Implikasi terhadap Ekonomi Global, Manajemen Strategis, dan Ketahanan Bisnis Indonesia”, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, baik secara luring di Kampus Universitas Borobudur maupun secara daring, diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Magister Manajemen serta Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur.
Kuliah umum ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan sivitas akademika dalam memahami dinamika geopolitik global serta keterkaitannya dengan perkembangan ekonomi dan dunia bisnis. Gejolak di kawasan Timur Tengah tidak hanya berkaitan dengan aspek politik dan keamanan, tetapi juga memiliki implikasi terhadap perekonomian global melalui fluktuasi harga energi, gangguan rantai pasok, perubahan arus perdagangan dan investasi, serta meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan.
Untuk membahas isu tersebut, Universitas Borobudur menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang dan perspektif yang relevan.
Narasumber pertama adalah Mohammad Syaroni Rofii, S.H.I., M.A., Ph.D., yang merupakan Dosen Kajian Ketahanan Nasional, Departemen Pertahanan dan Keamanan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) dan Narasumber kedua adalah Qasem Mohammadi, BA., MA., Ph.D., yang merupakan dosen International Institute for Islamic Studies sekaligus warga negara Iran. Kehadiran kedua narasumber memberikan perspektif yang berharga dalam memahami dinamika Timur Tengah.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber membahas berbagai aspek dinamika geopolitik Timur Tengah dan dampaknya terhadap ekonomi global maupun Indonesia. Pembahasan mencakup isu energi, perdagangan, investasi, pasar keuangan, manajemen risiko, kepemimpinan dalam ketidakpastian, serta strategi membangun resiliensi dan daya saing bisnis Indonesia.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kemampuan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan global. Dalam situasi geopolitik yang semakin kompleks, kemampuan membaca risiko dan menyusun strategi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan serta daya saing organisasi dan dunia usaha.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa dan dosen aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan yang menghubungkan dinamika geopolitik dengan persoalan ekonomi dan manajemen, termasuk bagaimana Indonesia dan dunia usaha nasional dapat merespons berbagai risiko yang muncul akibat ketidakpastian geopolitik global.
Melalui kuliah umum ini, Program Pascasarjana Universitas Borobudur mendorong sivitas akademika untuk memiliki perspektif yang lebih luas terhadap isu geopolitik dan ekonomi global, sekaligus mampu mengidentifikasi implikasinya terhadap pengambilan keputusan strategis.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika geopolitik, diharapkan para mahasiswa dan akademisi tidak hanya mampu membaca berbagai tantangan global, tetapi juga dapat merumuskan pendekatan strategis untuk membangun ketahanan, adaptasi, dan daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian lingkungan global.
