INDOPOS-Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “Londo Ireng” dalam pidatonya memicu beragam tanggapan dari sejumlah kalangan, termasuk organisasi wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H. Kurniawan, yang akrab disapa Bang Iwan, menegaskan bahwa makna “Londo Ireng” yang disampaikan Presiden Prabowo tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu secara umum.
Menurut Bang Iwan, istilah tersebut merujuk pada orang-orang pribumi yang pada masa kolonial Belanda memilih berpihak dan memperjuangkan kepentingan penjajah dibandingkan kepentingan bangsanya sendiri. Ia menilai semangat seperti itu masih dapat ditemukan hingga saat ini pada pihak-pihak yang, menurutnya, lebih mengutamakan kepentingan asing, membela koruptor, mafia, maupun oligarki yang dinilai merugikan bangsa.
“Yang dimaksud Londo Ireng adalah orang pribumi yang lebih memilih bergabung dan berjuang untuk kepentingan asing pada zaman kolonial Belanda. Jiwa seperti itu masih ada pada mereka yang lebih memilih menjadi antek asing atau berpihak kepada koruptor, mafia, dan oligarki hitam yang ingin menghancurkan Indonesia secara perlahan,” ujar Bang Iwan kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa pihak-pihak yang disebutnya sebagai “Londo Ireng” kerap menyebarkan kebencian, fitnah, serta narasi yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat dan melemahkan kepercayaan terhadap lembaga maupun pejabat negara.
“Aktivitas Londo Ireng selalu menebar kebencian dan pengaruh buruk di tengah masyarakat dengan tujuan memecah belah persatuan serta menyebarkan fitnah kepada lembaga dan pejabat negara,” katanya.
Bang Iwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan pandangan politik.
“Saya mengajak seluruh elemen anak bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI. Dengan begitu, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat mewujudkan Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Mari rapatkan barisan, bersatu membangun bangsa, dan tidak mudah terprovokasi oleh upaya-upaya yang memecah belah persatuan,” tutupnya. (***)
