INDOPOS-Munculnya isu beras oplosan yang menyudutkan PT Food Station, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, diduga sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut Muhidin Muchtar, tokoh Betawi yang juga Wakil Ketua Umum Bamus Betawi, tidak ada bukti nyata, PT Food Station melakukan tindakan pelanggaran pengoplosan beras. Isu tersebut, diduga sengaja dihembuskan untuk merusak nama baik BUMD DKI, khususnya PT Food Station.

“Saya sebagai konsumen merasakan sendiri, bahwa beras produksi PT Food Station Tjipinang sangat berkualitas dan bagus. Tidak ada sama sekali yang dioplos,” ujar Muhidin, pada wartawan, Minggu (20/7/2025).

Muhidin mengungkapkan, beras dari PT Food Station Tjipinang Jaya pastunya telah lolos uji laboratorium, sesuai dengan standar mutu beras premium, sebelum dijual ke masyarakat. Apa lagi, beras ini juga sebagian digunakan mendukung program MBG Makan Bergizi Gratis, yang tentu sudah melewati uji kualitas.

“Saya juga menggunakan beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya untuk kebutuhan sehari-hari. Harganya pun terjangkau bagi Masyarakat, ” tuturnya.

Lebih lanjut kata Muhidin menghimbau, agar masyarakat tidak termakan isu yang belum terbukti kebenarannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok, juga sudah membantah adanya beras oplosan di Food Station. Menurutnya, mutu beras sudah diuji oleh laboratorium terakreditasi.

Dia mengatakan, pihaknya secara berkala mengambil sampel beras merek Setra Pulen dan Setra Ramos produksi Food Station. Beras ini digunakan untuk program penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu.

“Terhadap kedua merk tersebut, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta secara periodik sedikitnya 3 kali dalam setahun melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di laboratorium terakreditasi,” kata Hasudungan dalam keterangan resmi.

Sepanjang 2025, pengambilan sampel sudah dilakukan dua kali, yakni pada 24 Januari dan 16 Juni 2025. Hasil uji laboratorium Saraswanti di Jakarta Pusat menunjukkan mutu beras masih sesuai kelas premium.