Research Tempat Bersejarah Peradaban Masa Kejayaan Islam Turki Usmani, Rasyidi HY Harapkan Jakarta Jadi Destinasi Halal Setarap Istambul
INDOPOS–Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Rasyidi HY, optimistis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mampu mengembangkan Jakarta sebagai destinasi wisata halal bertaraf internasional yang sejajar dengan Istanbul, Turki. Menurut Rasyidi HY, Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata halal karena didukung oleh kekayaan sejarah, budaya, serta jejak peradaban Islam yang masih dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. “Dalam rangka membangun peradaban Islam melalui wisata halal, kita ingin melihat dan mempelajari apakah konsep yang diterapkan di Turki bisa diadaptasi di Jakarta,” ujar Rasyidi HY, Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan, salah satu contoh yang dapat menjadi inspirasi adalah kawasan bersejarah peninggalan Kesultanan Turki Usmani, seperti Masjid Eyüp dan berbagai situs yang berkaitan dengan perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Kawasan tersebut, kata mantan Wakil Ketua Komisi C periode 2019-2024 itu tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara. Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata halal di Turki maupun Malaysia layak dijadikan referensi untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Rasyidi HY menambahkan, Jakarta juga memiliki nilai historis yang tidak kalah penting, seperti kawasan Kota Tua, Museum Fatahillah, hingga sejarah perdagangan rempah-rempah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan Islam di Nusantara. Ia menjelaskan, pada masa Kesultanan Turki Usmani, para sultan membangun tiga pusat kehidupan masyarakat secara berdampingan, yakni masjid sebagai pusat ibadah, sekolah atau madrasah sebagai pusat pendidikan, serta pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi. “Ketiga elemen itu dibangun berdampingan agar kehidupan masyarakat berjalan seimbang, mulai dari aspek spiritual, pendidikan hingga ekonomi. Konsep seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan kawasan wisata halal di Jakarta,” katanya. Rasyidi HY berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, dan peradaban Islam dalam pembangunan destinasi wisata halal sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada nilai-nilai budaya dan keislaman. (***)