Walikota Jakarta Utara Panggil Lurah Sukapura Terkait Dugaan Kasus Mafia Tanah, Terancam Sanksi Tegas! 

INDOPOS-Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, memanggil Lurah Sukapura terkait persoalan dugaan mafia tanah yang terjadi di wilayah Sukapura. Informasi yang diperoleh wartawan, walikota menegur keras lurah Sukapura, karena terindikasi bermain dalam persoalan tersebut.

Saat wartawan mengonfirmasi hal ini kepada salah satu orang dekat walikota Jakarta Utara, dirinya membenarkan bahwa walikota sangat marah besar. Dan kemungkinan akan memberikan sanksi tegas kepada lurah Sukapura.

“Beritaya ramai di media, sehingga Pak Walikota menegur Lurah Sukapura mengenai persoalan itu,” ujar sumber yang dapat dipercaya kepada wartawan, Jumat (21/6/2024).

Seperti diketahui, Permasalahan tanah milik keluarga besar H . Ali Syafruddin berdasarkan SK no 75 THN 1991, harus menjadi perhatian serius dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Karena ada indikasi permainan dari mafia tanah di wilayah Sukapura, Jakarta Utara.

SK no 77 SK no 79 SK no 80 dari kementrian untuk pergantian buku sertifikat dari bola dunia ke buku sertikat Garuda, Sampai saat ini BPN Jakarta Utara belum melakukan pergantian SDH diukur dan bayar SPS.

Kenyataannya dilapangaan melakukan pengukuran di tanah girik, yang mana giriknya masih diragukan keasliannya.

“Mohon kepada bapak Mentri Atr BPN, agar dapat menegur aparat BPN Jakarta Utara yang diduga bekerja sama dengan bos bos mafia tanah,” tegas Zulfahmi Hakim, selaku kuasa pemilik sekaligus kuasa ahli waris, pada wartawan, Rabu (19/6/2024).

“Dan menghentikan sementara proses permohonan girik atas nama Ida Rustini yang sudah di perjual belikan kepada PT Cipta Graha,” tambah Zulfahmi.

Lokasi tanah terletak di Jln Terusan Hybrida, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.

Lurah sukapura, dalam video yang beredar di kalangan wartawan sudah mengakui bahwa dia belum pernah lihat aslinya, hanya foto copynya waktu tanda tangan surat keterangan tidak sengketa dan surat pengantar untuk penerbitan sertifikat ke BPN Jakarta Utara.

  • Related Posts

    Menteri Pendidikan Timor Leste Kunjungi Universitas Borobudur, Siap Jalin Kerjasama

    INDOPOS-Universitas Borobudur menerima kunjungan Menteri Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Timor Leste José Honório da Costa Pereira Jerónimo, Sabtu (20/7/2024). Kegiatan ini sebagai bentuk awal dari kerjasama pendidikan perguruan tinggi Timor…

    Anies Terancam Tak Bisa Nyalon Gubernur Jakarta, Ini Sebabnya

    INDOPOS-Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Tim Desk Pilkada Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto mengatakan bahwa Anies Baswedan belum tentu maju untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Hal…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Menteri Pendidikan Timor Leste Kunjungi Universitas Borobudur, Siap Jalin Kerjasama

    Menteri Pendidikan Timor Leste Kunjungi Universitas Borobudur, Siap Jalin Kerjasama

    Anies Terancam Tak Bisa Nyalon Gubernur Jakarta, Ini Sebabnya

    Anies Terancam Tak Bisa Nyalon Gubernur Jakarta, Ini Sebabnya

    BNI Branch Office Harmoni Mendukung Program Kerjasama Dengan Kementerian Perhubungan Dirjen Darat Dalam Kegiatan “Pekan Nasional Keselamatan Jalan”

    BNI Branch Office Harmoni Mendukung Program Kerjasama Dengan Kementerian Perhubungan Dirjen Darat Dalam Kegiatan “Pekan Nasional Keselamatan Jalan”

    Usung Semangat Perubahan, Calon Dekot Fachrurozi Optimis Dapat Dukungan Masyarakat

    Usung Semangat Perubahan, Calon Dekot Fachrurozi Optimis Dapat Dukungan Masyarakat

    Urai Sampah Rumahan, Legislator Minta Pemprov Sediakan Sarana dan Prasarana

    Urai Sampah Rumahan, Legislator Minta Pemprov Sediakan Sarana dan Prasarana

    KEK Sanur Jadi Pusat Kesehatan, Influencer Singgung Kegagalan RS Pertamedika Sentul

    • By INDOPOS
    • Juli 17, 2024
    • 16 views
    KEK Sanur Jadi Pusat Kesehatan, Influencer Singgung Kegagalan RS Pertamedika Sentul