INDOPOS-Negeri Sembilan, Malaysia, 1 Oktober 2026 — Universitas Borobudur memperkuat jejaring dan sinergi akademik Indonesia–Malaysia melalui kegiatan seminar dan academic engagement bersama Institute of Leadership and Development (ILD), Universiti Teknologi MARA (UiTM), Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian TRIDARMA International Visit and Academic Program 2026 yang salah satunya diarahkan untuk memperkuat kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, serta jejaring internasional antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia. Program ini juga mencakup visiting lecturer, university visit, academic engagement, dan benchmarking.

Delegasi Universitas Borobudur terdiri atas Prof. Dr. Cicih Ratnasih, MM, Dekan Fakultas Ekonomi; Elsya Meida Arif, S.E., Ak., M.Ak.; Yufrizal, S.E., Ak., M.Ak.; Tri Nathalia Palupi, S.Psi., M.Psi., Wakil Dekan Fakultas Psikologi; Hayati Zahri, S.Psi., M.Psi.; Dr. Tri Panca Titis Arbiansyah, M.Si.; serta Fahrul Razi, A.Md., staf Kantor Urusan Internasional Universitas Borobudur.
Dalam kegiatan tersebut, Elsya Meida Arif S.E., Ak., M.Ak. selaku ketua program studi akuntansi hadir sebagai narasumber dan mempresentasikan kajian berjudul “Determinants of Public Accountability in Cultural Heritage Institutions: Evidence from Indonesia.” Presentasi mengangkat isu akuntabilitas publik pada institusi museum dan warisan budaya di Indonesia dengan menyoroti tiga aspek utama, yaitu kualitas pelaporan keuangan, transparansi pengelolaan anggaran, dan pemanfaatan teknologi informasi akuntansi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan, kualitas pelaporan keuangan dan pemanfaatan teknologi informasi menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas publik. Sementara itu, transparansi pengelolaan anggaran dalam penelitian tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas publik.
Dalam sesi tuan rumah, Assistant Chancellor Institute of Leadership and Development (ILD) UiTM, Prof. Dr. Yarina Ahmad, menyampaikan pentingnya penguatan kerja sama antara institusi Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan dan penelitian. Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada hubungan antarlembaga, tetapi juga pada pencapaian capacity outcomes yang memberikan dampak terukur bagi institusi.
Prof. Dr. Yarina Ahmad juga menyoroti pentingnya pengembangan kepemimpinan dan talenta di lingkungan perguruan tinggi. Pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan perlu diarahkan untuk membangun kapasitas kepemimpinan dan mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.
Dalam pengembangan kepemimpinan tersebut, beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain indeks pergantian atau regenerasi kepemimpinan, hasil penilaian mentoring, serta pengembangan talenta tenaga kependidikan. Program pelatihan dan pengkaderan juga dipandang penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan institusi.
Pertukaran gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi akademik Indonesia–Malaysia, dengan arah kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada hubungan kelembagaan, tetapi juga pada pengembangan kapasitas, penelitian, pendidikan, dan kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Borobudur terus memperluas jejaring internasional dan membuka peluang pengembangan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi mitra di Malaysia. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui pertukaran keilmuan dan pengalaman dalam lingkungan akademik internasional. (***)
