INDOPOS-Jakarta — Aksi juru parkir (jukir) liar kembali memicu keresahan warga setelah seorang oknum di area Alfamart Drive Thru Rawamangun, Jakarta Timur, terekam menantang dan mengintimidasi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) pada Jumat 3 April 2026.

Insiden terjadi saat petugas Dishub yang sedang tidak bertugas dan hanya mengenakan pakaian santai selesai membeli kopi menggunakan motor pribadinya. Saat hendak pergi dan mengucapkan terima kasih secara sopan, oknum jukir tersebut justru menghadang, menahan motor, dan meminta uang secara paksa. Penolakan membuat situasi memanas hingga hampir terjadi bentrok sebelum warga melerai.

Kejadian ini memunculkan kembali kritik keras kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang dinilai tidak tegas memberantas praktik parkir liar. Warga menilai lemahnya penertiban membuat para jukir liar semakin merajalela dan bahkan berani melawan petugas resmi di lapangan. Kondisi ini bukan hanya merugikan masyarakat kecil yang menjadi korban pemalakan, tetapi juga berdampak pada para pemilik usaha.

Banyak pengusaha kecil hingga ritel modern mengaku tokonya sepi karena lokasi usahanya ditongkrongi jukir liar yang kerap meminta uang secara paksa kepada pelanggan.

Warga Rawamangun berharap Pemprov DKI bergerak cepat menertibkan preman parkir secara serius dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat. Hingga kini, Dishub DKI belum memberikan keterangan resmi, sementara desakan publik agar pemerintah bertindak tegas makin menguat.