INDOPOS-Depok – Video penagihan diduga dilakukan oleh debt collector aplikasi pinjaman Matel kembali menyita perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa pria menghadang seorang warga di kawasan Jatijajar, Depok. Keributan pun terjadi hingga korban disebut sempat mendapat pukulan saat berupaya mempertahankan diri.
Aksi penagihan yang berujung kekerasan ini memicu kemarahan warganet karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa praktik brutal debt collector sudah sering terjadi, namun penanganan aparat kepolisian masih dianggap lambat dan tidak memberikan efek jera.
Korban Diduga Dipukul di Tengah Penagihan
Dalam video, situasi tampak ricuh dengan suara teriakan warga sekitar. Seorang pria yang menjadi target penagihan terlihat didorong dan dipukul oleh salah satu pelaku. Kejadian tersebut berlangsung di pinggir jalan, sehingga menarik perhatian pengguna jalan lain.
Warga yang merekam insiden itu menyebut bahwa korban hanya sedang melintas ketika para penagih mendatanginya.
Gelombang Kritik ke Polisi: “Kasus Begini Terus Keulang”
Kolom komentar unggahan viral tersebut dipenuhi kritik terhadap kepolisian. Banyak warganet menilai bahwa kasus serupa kerap terjadi, tetapi penanganan aparat dirasa kurang tegas.
“Korban sampai dipukul, tapi petugas sering datang setelah kejadian selesai. Kapan aparat benar-benar tegas?” tulis seorang warganet.
Ada juga yang menyebut bahwa masyarakat sering merasa dipersulit saat melapor, sementara para penagih yang melakukan kekerasan masih berkeliaran.
Tuntutan ke OJK: Tindak Tegas Perusahaan dan Kebocoran Data
Selain menyoroti polisi, warganet juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menindak perusahaan atau aplikasi pinjaman yang diduga membocorkan data nasabah dan menggunakan jasa penagih tidak resmi.
Mereka meminta OJK menjatuhkan sanksi berat, termasuk sanksi pidana dan denda hingga Rp15 miliar bagi perusahaan yang melanggar aturan penagihan dan perlindungan data konsumen.
Masyarakat Merasa Tidak Dilindungi
Kasus ini menjadi sorotan karena menambah deretan kejadian penagihan yang berujung keributan di jalan raya. Banyak warga mengeluh bahwa mereka tidak mendapatkan rasa aman, baik dari regulator maupun aparat penegak hukum.
“Setiap kali viral, baru ramai. Tapi penyelesaian nyata jarang terlihat,” tulis komentar lain yang mendapat banyak dukungan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun pihak terkait mengenai kejadian tersebut.
