TOLAK PERMINTAAN MAAF PERTAMINA, NETIZEN MINTA HARAKIRI
TOLAK PERMINTAAN MAAF PERTAMINA, NETIZEN MINTA HARAKIRI
INDOPOS-BANTEN — Tiga nelayan dilaporkan selamat setelah terombang-ambing selama kurang lebih 13 jam di perairan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka berhasil diselamatkan oleh seorang pemancing yang melintas di lokasi kejadian. Dari video yang diupload Deni Permana melalui akun Instagram andreli_48 channel tertulis keterangan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 April 2026. Ketiga nelayan tersebut sebelumnya diduga mengalami kendala saat melaut hingga akhirnya tidak dapat kembali ke daratan dan terombang-ambing di tengah laut dalam waktu yang cukup lama. Beruntung, seorang pemancing yang sedang berada di sekitar lokasi melihat kondisi mereka dan segera memberikan pertolongan. Aksi cepat tersebut berhasil menyelamatkan para nelayan dari potensi bahaya yang lebih besar di laut lepas. Informasi yang beredar menyebutkan, seluruh nelayan dalam kondisi selamat setelah dievakuasi. Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama ketika menghadapi cuaca dan kondisi teknis yang tidak terduga.
INDOPOS-PEKALONGAN – Mediasi antara manajemen Gacoan Pekalongan dengan para juru parkir yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Kota Pekalongan, berakhir tanpa kesepakatan, Sabtu (11/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, juru parkir tetap menolak penerapan sistem parkir yang dikelola oleh vendor. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam mata pencaharian yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama. Di sisi lain, pihak manajemen Gacoan bersikukuh mempertahankan sistem parkir berbasis vendor. Manajemen beralasan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme serta penataan parkir agar lebih tertib dan terkelola dengan baik. Karena tidak tercapai solusi bersama (win-win solution), para juru parkir memilih tetap bertahan dan menduduki area sekitar Gacoan Pekalongan sebagai bentuk protes. Akibat kondisi tersebut, aktivitas dan pelayanan di lokasi sempat terganggu. Hingga saat ini, situasi masih belum menemui titik terang dan kedua belah pihak diharapkan dapat kembali membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik tanpa merugikan pihak manapun.