INDOPOS-Forum Komunikasi Kaum Betawi Indonesia (Forkokabi) menggelar peringatan Milad ke-25 Forkokabi dengan menyantuni puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa di Lapangan Tanah Merah, Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh Betawi, seperti Ketua Majelis Pertimbangan Tinggi (MPT) DPP Forkokabi, Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowi Ramli, SE, Ketua Dewan Penasehat DPP Forkokabi,
Prof DR Dailami Firdaus SH LLM,
Dandim Tangsel, Alfaridz Unus,
Kapolres Tangsel, Boy Jumalolo dan tokoh Betawi Tomi Patria.
Jajaran Ketua DPD Forkokabi dan Forkabi se-Jabodetabek, Camat Pondok Aren H. Hendra, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutanya, Ketua Umum Forkokabi, M Ihsan, mengatakan peringatan Milad tahun ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, ini adalah Milad ke-25 untuk untuk Forkokabi. Hadir seluruh jajaran Forkokabi se-Jabodetabek dan luar daerah. Adapun kegiatan di Tangsel ini kita menyuguhkan Band Dangdut SK. Semoga masyarakat selalu terhibur,” ujar M. Ihsan, di lokasi Milad Forkokabi, Minggu (20/9/2026).
Menurut tokoh Betawi yang akrab disapa Bang Ihsan itu, bertambahnya usia organisasi harus diikuti dengan semakin kuatnya komitmen untuk menaati hukum, menghormati hak asasi manusia, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dia berharap keberadaan organisasi masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan.
“Saya menginginkan ormas itu menjadi solution maker, bukan trouble maker. Karena selama ini ormas terkesan trouble maker bagi masyarakat. Jadi, di sini kami mengimbau kepada seluruh anggota bahwa keberadaan kita harus berperan aktif dalam menjaga marwah Forkabi dan Forkokabi,” pintanya.
Bang Ihsan menambahkan, usia 25 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan kematangan Forkabi dalam berorganisasi. Karena itu, seluruh jajaran pengurus diharapkan memahami fungsi dan tanggung jawab organisasi.
“Jadi, tidak ada lagi pengurus Forkabi dan Forkokabi yang tidak paham fungsi berorganisasi. Sinergi dengan pemerintah, sinergi dengan ormas, sinergi dengan partai politik, semua elemen adalah bagian dari sinergi yang harus dibangun oleh Forkabi dan Forkokabi,” tandasnya.
Pantauan di lokasi, terpampang 2 karangan bunga dari dua Menteri Kabinet Putih, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar dan puluhan karangan bunga dari sejumlah organisasi lainya se-Jabodetabek. (***)
