INDOPOS-JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bamus Betawi, Tahyudin Aditya, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kuota khusus beasiswa LPDP Jakarta bagi pelajar dan mahasiswa Betawi.
Tahyudin mengatakan, kebijakan tersebut penting sebagai bentuk komitmen Gubernur Jakarta Pramono Anung yang dalam berbagai kesempatan menyampaikan akan memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan anak Betawi.
Menurutnya, hingga kini ketentuan mengenai kuota khusus bagi pelajar atau mahasiswa Betawi belum tercantum secara jelas dalam Pergub yang menjadi dasar program LPDP Jakarta. Sementara itu, dari 50 penerima beasiswa yang telah disiapkan, belum disebutkan berapa kuota yang diperuntukkan bagi anak Betawi.
”Yang penting dia pelajar atau mahasiswa Betawi yang mendapat rekomendasi. Pemilihan dan seleksinya harus transparan,” kata Tahyudin.
Tahyudin yang juga Sekjen Forkabi menilai, selain menetapkan kuota khusus, proses seleksi harus dilakukan secara terbuka dan memperhatikan pemerataan penerima dari lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Keplauan Seribu Jakarta.
”Secara komposisi harus merata di lima wilayah dan kabupaten Kepulauan Seribu. Mendapat rekomendasi dari ormas kebetawian seperti Bamus Betawi, atau ormas Betawi lain yang kompeten,” ujarnya.
Menurut Tahyudin, rekomendasi organisasi kebetawian dapat menjadi salah satu mekanisme untuk memastikan calon penerima benar-benar berasal dari masyarakat Betawi. Ia juga menekankan agar kriteria penerima tidak hanya melihat aspek genealogis, tetapi juga aspek sosiologis.
”Pelaksanaannya harus transparan, sehingga anak-anak Betawi berdasarkan genetik dan sosiologi memperoleh hak untuk beasiswa,” katanya.
Ketua Seniman Intelektual Betawi (SIB) itu berharap program LPDP Jakarta tidak sekadar menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia Betawi.
”Hal ini penting untuk meningkatkan pendidikan dan kualitas masyarakat Betawi, sekaligus mencetak generasi Betawi yang berkualitas di masa mendatang,” tutur Tahyudin.
Pergub LPDP Jakarta Telah Ditandatangani
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Jakarta Nomor 20 Tahun 2026 yang menjadi dasar pembentukan program LPDP Jakarta.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta, Yustinus Prastowo, mengonfirmasi hal tersebut melalui unggahan di media sosial X pada Sabtu (12/9/2026), yang diakses pada Senin (14/9/2026).
Dalam unggahannya, Prastowo menyebut Pergub tersebut mengatur pembentukan LPDP Jakarta untuk memberikan beasiswa kepada masyarakat berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 di kampus terbaik di dunia.
Program tersebut juga diarahkan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan, termasuk ke perguruan tinggi di luar negeri.
Anggaran Rp100 Miliar untuk 50 Penerima
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M Subki sebelumnya menyatakan telah ditetapkan plafon anggaran sebesar Rp100 miliar untuk program beasiswa LPDP Jakarta 2027 dengan target 50 penerima.
”Sudah ketok. Plafonnya sudah, tinggal nanti di Banggar seperti apa. Insya Allah enggak ada masalah,” ujar Subki dalam rapat pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026).
Subki mengatakan pendaftaran program tersebut ditargetkan mulai dibuka pada September 2027.
DPRD DKI Jakarta juga mendorong agar bidang studi penerima beasiswa disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia di Jakarta, termasuk bidang kedokteran spesialis.
Bagi Tahyudin, program LPDP Jakarta merupakan peluang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Betawi. Karena itu, ia meminta Pemprov Jakarta tidak hanya memastikan transparansi seleksi, tetapi juga memberikan kepastian kuota bagi anak Betawi.
Dengan demikian, janji memberikan beasiswa khusus bagi pelajar dan mahasiswa Betawi dapat diwujudkan secara konkret dan tidak berhenti pada komitmen semata.
#LPDPJakarta #LPDP2027 #TahyudinAditya #BamusBetawi #Forkabi #SenimanIntelektualBetawi #SIB #AnakBetawi #BeasiswaJakarta #PramonoAnung #PendidikanJakarta #Betawi
