INDOPOS-Jakarta – Ketua DPP Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) Bidang Komunikasi, Purwoko, mengingatkan kepada massa aksi asal Pati yang kini menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Ia meminta para pendemo tidak mengulangi tindakan yang dinilainya tidak beradab seperti saat aksi di Kantor DPRD Pati beberapa waktu lalu.
Purwoko menyinggung aksi yang sempat viral ketika sejumlah pendemo mengangkat kaki ke atas meja rapat DPRD Pati, merokok di dalam gedung, dan meneriakkan kata-kata kasar. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga negara dan tidak mencerminkan budaya demokrasi yang santun.
“Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, tetapi harus dilakukan secara tertib, beretika, dan menghormati lembaga negara. Jangan ulangi aksi tidak pantas dan tidak beradab yang pernah terjadi di DPRD Pati,” tegas Purwoko.
Purwoko juga menyoroti rencana sebagian massa yang akan mendirikan tenda dan bermalam di depan kompleks DPR RI. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum serta mencoreng nama baik Lembaga DPR sebagai Lembaga Perwakilan Rakyat Indonesia.
Ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan atau tindakan yang mengarah pada hal hal yang ingin mempermalukan Negara melalui Lembaga Negara yaitu DPR.
“Gedung DPR RI adalah simbol lembaga negara. Jangan sampai aksi yang tidak tertib merusak wibawa DPR dan menciptakan citra buruk Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purwoko meminta massa aksi segera membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan kembali ke daerah masing-masing secara tertib. Ia menegaskan demonstrasi tidak seharusnya diikuti dengan mendirikan tenda atau menginap di kawasan DPR RI.
Selain itu, Purwoko mendorong kepolisian melakukan tes urine terhadap sebagian oknum pendemo yang, menurutnya, ditengarai menggunakan narkoba. Ia menyebut langkah tersebut penting sebagai upaya pencegahan terhadap potensi aksi anarkis yang dapat mengganggu keamanan nasional.
“Jika ada dugaan penyalahgunaan narkoba, aparat perlu melakukan pemeriksaan sesuai prosedur hukum demi menjaga situasi tetap kondusif, apalagi Jakarta merupakan ibu kota negara,” katanya.
Purwoko mengajak seluruh peserta aksi menghormati hukum, menjaga ketertiban, dan menyampaikan aspirasi secara damai tanpa melakukan tindakan yang merusak fasilitas negara maupun mengganggu keamanan masyarakat.
