INDOPOS-Jakarta – Sebuah video penangkapan terduga maling viral di media sosial menjelang momen Lebaran. Bukan hanya karena aksinya, tapi karena momen tak terduga saat perekam video berulang kali memuji wajah pelaku yang dinilai “ganteng”.
Alih-alih tersenyum bangga, pria tersebut justru terlihat menangis tersedu-sedu. Entah karena terharu dipuji di saat yang kurang tepat, atau karena menyadari karier “maling” memang tidak menjanjikan masa depan cerah, apalagi menjelang hari raya.
Dalam video yang beredar, suasana penangkapan berlangsung cukup tegang namun dibumbui komentar nyeleneh dari perekam. Ia menyayangkan pelaku harus berurusan dengan hukum, sambil celetuk bahwa “dengan modal wajah, harusnya bisa jadi model, bukan malah ‘model maling’.”
Netizen pun langsung menyerbu kolom komentar dengan beragam reaksi, mulai dari yang serius hingga yang penuh candaan.
“Ganteng nggak jadi jaminan orang itu baik,” tulis salah satu warganet, mengingatkan bahwa tampang bukan segalanya.
Ada juga yang mencoba mengambil sisi positif, “Semoga tangisannya tangisan penyesalan, siapa tahu ini titik balik hidupnya.”
Namun tak sedikit pula yang tetap santai menanggapi kejadian ini. “Ganteng sih iya, tapi salah jalan. Harusnya casting, bukan ‘ngasting’ barang orang,” komentar netizen lainnya, yang sukses mengundang tawa.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat unik bahwa pujian bisa datang kapan saja, bahkan di saat paling tidak terduga—seperti ketika seseorang sedang ditangkap. Sayangnya, pujian tersebut tidak bisa menghapus fakta bahwa perbuatan melanggar hukum tetap harus dipertanggungjawabkan.
Menjelang Lebaran, kejadian ini juga menjadi ironi tersendiri. Saat banyak orang sibuk mempersiapkan hari kemenangan, pelaku justru harus menghadapi konsekuensi yang kemungkinan besar membuatnya “berlebaran” di tempat yang jauh dari opor dan ketupat.
Pesan moralnya sederhana: wajah boleh menarik, tapi pilihan hidup tetap yang menentukan masa depan. Kalau bisa jadi model, kenapa harus memilih jadi maling?
