INDOPOSJakarta — Dalam rangka Jakarta yang telah ditetapkan sebagai Kota Global atau Kota Dunia Internasional, Ketua Umum Dewan Adat Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Eki Pitung, berinisiatif melakukan dialog dan silaturahmi bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi ruang diskusi strategis mengenai peran Dewan Adat Bamus Betawi dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas berbagai bentuk sinergi dan kolaborasi konkret yang dapat dijalankan bersama, khususnya dalam memperkuat posisi budaya Betawi sebagai identitas Jakarta di mata dunia. Adapun sejumlah poin penting yang disepakati dan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Peran Dewan Adat dalam Pengenalan Budaya kepada Duta Besar Negara Sahabat
Dewan Adat Bamus Betawi akan mengambil peran aktif dalam memperkenalkan seni dan budaya Betawi kepada para Duta Besar negara sahabat yang berkedudukan di Jakarta. Sebagai tanah Betawi, Jakarta dinilai strategis untuk menjadi pusat diplomasi budaya, di mana Dewan Adat dapat menjadi mitra dalam penyambutan, pengenalan nilai-nilai lokal, serta pelestarian tradisi Betawi kepada komunitas internasional.

2. Dukungan terhadap Program BSBI Kementerian Luar Negeri
Dewan Adat Bamus Betawi menyatakan dukungan penuh terhadap program Kementerian Luar Negeri RI, yakni Program BSBI (Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia). Dalam program ini, Dewan Adat akan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun 2026, khususnya dalam memperkenalkan dan mengajarkan seni serta budaya Betawi kepada peserta beasiswa dari berbagai negara.

3. Betawi Go Internasional melalui Buku dan Film Budaya
Sebagai bagian dari upaya “Betawi Go Internasional”, Dewan Adat Bamus Betawi akan terlibat aktif dalam pembuatan buku dan film yang mengangkat pengenalan budaya Betawi, budaya Indonesia, serta sejarah bangsa. Karya-karya tersebut direncanakan menjadi jendela dunia untuk memperkenalkan Indonesia secara komprehensif kepada masyarakat internasional.

4. Agenda Tahunan Berbusana dan Berbudaya Betawi bagi Masyarakat Asing
Kementerian Luar Negeri RI bersama Dewan Adat Bamus Betawi juga akan merancang agenda tahunan, di mana masyarakat asing, khususnya para Duta Besar yang bertugas di Jakarta, diwajibkan mengenakan busana dan menerapkan budaya Betawi dalam momentum hari-hari besar tertentu, seperti perayaan ulang tahun Jakarta. Program ini diharapkan dapat memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus mempererat hubungan diplomatik.

5. Promosi Kuliner, Batik, dan Kesenian Betawi di Kemenlu RI
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, juga berencana mengundang para atase, perwakilan internasional, serta CEO perusahaan global ke Kantor Kementerian Luar Negeri. Dalam kesempatan tersebut, Dewan Adat Bamus Betawi akan diperkenalkan secara khusus melalui sajian kuliner Betawi, batik Betawi, serta berbagai kesenian Betawi sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Dewan Adat Bamus Betawi dan Kementerian Luar Negeri RI berharap budaya Betawi dapat semakin dikenal dan dihargai di kancah internasional, seiring dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada identitas dan kearifan lokal.