INDOPOS-Usianya boleh 63 tahun, tapi Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) ini sangat keren. TVRI meski tidak lagi muda usianya, kini masih terus memoles dan meningkatkan sumber daya dan infrastrukturnya. TVRI tidak henti-hentinya berinovasi dan meningkatkan sumber daya yang dipunyai selama ini.

Ini menjadi suatu hal yang sangat patut diapresiasi. Mengapa demikian?

Karena, hal tersebut sejalan dengan Prioritas Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik, Abdul Hamim Jauzie.

“Sumber daya dan infrastruktur TVRI sepertinya terus ditingkatkan meski usianya 63 tahun. Ini patut diapresiasi. TVRI telah menjadi televisi pemersatu bangsa yang program siarannya melayani masyarakat di seluruh pelosok negeri,” kata Hamim.

Dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan, Kamis, 04 Desember 2025, ia mengatakan, upaya TVRI terus meningkatkan sumber daya dan infrastruktur penyiaran itu sudah sangat tepat dan sejalan dengan Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029. Tandas pengamat ini, Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029 meliputi tiga sasaran utama.

“Yaitu pertama, menurunkan kemiskinan. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dan ketiga, mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan. Itu semua akan diwujudkan melalui 17 program prioritas yang mencakup program prioritas Presiden Prabowo, seperti reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan kesehatan, dan penguatan pertahanan,” ucapnya.

Dalam konteks ini, ujar Hamim, TVRI telah serius dan sejalan dengan RPJMN dalam peningkatan kualitas SDM. “Yakni Meningkatkan Indeks Modal Manusia (IMM) menjadi 0,59 pada 2029. Pengembangan sumber daya manusia itu mencakup sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olah raga, dan penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas,” tandasnya.

Papar Hamim, TVRI telah menunjukkan komitmennya sebagai media publik yang informatif, edukatif, dan inklusif. “Sebagai televisi pertama di Indonesia yang didirikan pada 24 Agustus 1962, TVRI telah terus menerus berupaya menjadi media pemersatu bangsa, yang hadir untuk memberikan informasi, edukasi, dan hiburan,” cetusnya.

Nah, hebatnya, terang Hamim, TVRI telah terbukti sebagai media yang setia menjadi saksi perjalanan bangsa. “Dari era hitam-putih hingga era digital, dan menjadi rumah informasi, edukasi, serta budaya,” tegasnya.

TVRI Mampu Lewati Berbagai Tantangan

Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, R. Wulan Kartiko Purbodjati menegaskan, Televisi Republik Indonesia telah melewati berbagai tantangan dan dinamika perjalanan panjang sebagai lembaga penyiaran publik pertama di Indonesia. Di usia yang sudah tidak muda ini, ungkap Wulan, TVRI telah mencerminkan pengalaman, dedikasi, serta pengabdian yang tiada henti kepada bangsa dan negara.

Ditandaskan Wulan, sumber daya yang dimiliki TVRI baik itu infrastruktur, peralatan produksi maupun sumber daya manusia secara terus-menerus harus selalu ditingkatkan kualitasnya. “Upaya ini sejalan dengan prioritas nasional RPJMN 2025-2029,” sebutnya.

TVRI Jadi Media Pembawa Kebenaran dan Edukasi

Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI, Iman Brotoseno menerangkan, Televisi Republik Indonesia harus tetap berdiri sebagai media terpercaya yang membawa kebenaran dan edukasi. “Serta, jadi inspirasi untuk seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Iman Brotoseno.  (***)