INDOPOS-Jakarta — Ketua Umum Masyarakat Pendukung Gibran (MPG), Jimmy S, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah menteri yang dinilai terlalu sering curhat di media massa ketimbang fokus menjalankan tugas kenegaraan. Menurutnya, para pejabat tersebut masuk dalam kabinet Prabowo–Gibran dengan tanggung jawab besar dan penghasilan tinggi, sehingga tidak semestinya tampil di ruang publik hanya untuk mengeluh.

Jimmy menegaskan bahwa tugas utama para menteri adalah membantu presiden dan wakil presiden menyelesaikan persoalan rakyat, bukan menyampaikan keluhan pribadi.
“Kalau memang tidak sanggup menjalankan tugas dari Presiden Prabowo, lebih baik menteri yang suka curhat ini mundur saja. Serahkan kepada yang lebih mampu dan kredibel,” tegasnya.

Ia menilai sikap sejumlah menteri yang gemar mengeluh sangat bertolak belakang dengan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menurutnya selalu optimistis serta tidak pernah menunjukkan keluhan di depan publik.
“Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saja selalu optimis dan tidak pernah mengeluh. Lalu mengapa justru para menteri yang membantunya malah curhat?” tambah Jimmy.

Lebih lanjut, Jimmy meminta Menteri Sekretaris Kabinet untuk bergerak cepat mengidentifikasi menteri-menteri yang dinilai tidak mampu bekerja maksimal dan lebih memilih curhat kepada media. Ia mendorong agar laporan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Kalau perlu diganti saja. Rakyat butuh menteri yang bisa kerja, bukan menteri yang suka curhat,” ujarnya.

Jimmy menekankan bahwa masyarakat menantikan kerja nyata, kinerja yang terukur, dan hasil yang dapat dirasakan secara langsung, bukan drama atau keluhan dari pejabat negara.
“Rakyat tidak butuh curhatan. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata dan hasil nyata,” tutupnya.