INDOPOS-JAKARTA — Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menegaskan kesiapan penuh perseroannya dalam menghadapi operasional Fase 1B rute Velodrome–Manggarai.

Roberto menjelaskan bahwa PT LRT Jakarta berperan sebagai operator yang fokus pada pengoperasian kereta, sementara penyediaan prasarana menjadi tanggung jawab Jakpro.

Menurutnya, untuk soal penetapan tarif, mekanisme sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas terkait.

“Kami hanya menyiapkan semua hal terkait operasional kereta. Untuk penetapan harga, kami menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Roberto, dalam acara Media Day 2025 di Stasiun Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Rabu (26/11) 2025).

Roberto juga mengungkapkan bahwa PT LRT Jakarta mulai mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk meningkatkan pendapatan non-tiket.

Salah satu langkah yang sudah direalisasikan adalah pemasangan iklan di dalam rangkaian kereta dan sejumlah titik di stasiun.

“Sebelumnya kereta kami sangat bersih, tidak ada satu pun iklan. Sekarang kalau Anda naik, sudah ada iklan di dalam kereta,” katanya.

Selain itu, pada area gate stasiun juga telah terpajang iklan dari penyedia layanan pembayaran digital. PT LRT Jakarta juga terus membuka peluang bagi pemasangan iklan berbasis digital seperti monitor dan virtual ads.

Roberto menyampaikan bahwa pembukaan rute ke Manggarai pada Agustus 2025 akan meningkatkan jumlah penumpang sehingga minat pemasang iklan juga akan bertambah.

“Dengan bertambahnya viewer, kami berharap peluang pemasangan iklan ikut meningkat,” jelasnya.

Sejalan dengan strategi optimalisasi aset, PT LRT Jakarta juga menyewakan sebagian lahan di sekitar stasiun untuk berbagai kegiatan produktif.

Salah satunya adalah pembangunan delapan lapangan padel standar internasional di sekitar Stasiun Pegangsaan Dua.

Selain itu, sejumlah tenant kuliner dan komersial telah hadir di area stasiun, seperti Nasi Tengkok Indra dan beberapa mitra layanan antar makanan.

Perseroan juga membuka peluang bagi investor untuk pemanfaatan lahan tersisa untuk bisnis kuliner, olahraga, atau aktivitas lainnya.

Untuk diketahui, sepanjang 2025, LRT Jakarta mencatat lebih dari 1,1 juta penumpang, atau rata-rata lebih dari 3.500 penumpang per hari melampaui target yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tingkat kepuasan pelanggan juga mencapai 93,85 persen per Oktober 2025.

Roberto menyebut capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan LRT Jakarta.

“Fase 1B menjadi kesempatan kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dalam kemudahan bermobilisasi,” ujarnya.

Depo LRT Jakarta di Kelapa Gading memiliki luas sekitar 13 hektare dan mampu menampung hingga 96 trainset (192 unit kereta).

Kapasitas ini mendukung kebutuhan operasi hingga 135 kilometer trase untuk pengembangan tahap lanjutan.

Perawatan sarana dilakukan oleh engineer bersertifikasi, mencakup light maintenance hingga heavy maintenance yang seluruhnya dikerjakan secara mandiri.

Armada LRT Jakarta juga dilengkapi teknologi ramah lingkungan yang mendukung pengurangan emisi karbon.

PT LRT Jakarta terus meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan teknis, layanan pelanggan, serta penanganan keadaan darurat. Perseroan bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dalam dan luar negeri.

“Pengembangan kompetensi SDM adalah kunci keberhasilan operasional hari ini dan di masa depan,” jelas Roberto. (***)